Ikatan Emosional Sangatlah Penting Untuk Para Pengidap Demiseksual

Demiseksual adalah sejenis gangguan mental yang mengakibatkan para penderitanya tidak dapat memiliki ketertarikan secara seksual kecuali mereka telah memiliki keterkaitan secara emosional yang kuat. Biasanya pengidap demiseksual ini tidaklah tertarik dengan siapaun dan dengan jenis kelamin apapun.

“Seorang demiseksual akan mencari hubungan yang kuat, solid dan terlampir sebelum mereka berpikir mengenai keintiman seksual,” kata terapis seks Holly Richmond, PhD yang berasal dari California Selatan.

Ikatan Emosional Sangatlah Penting Untuk Para Pengidap Demiseksual
Ikatan Emosional Sangatlah Penting Untuk Para Pengidap Demiseksual

Mungkin akan sulit menjelaskan kepada seseorang yang menderita demiseksual karena tanda-tanda dari kelainan ini sangatlah sulit untuk disadari. Dibawah ini merupakan beberapa tanda dari seseorang yang mengalami demiseksual,

  1. Pengidap Demiseksual Biasanya Buka Seorang yang Menyukai Sentuhan Secara Fisik

    Para pengidap demiseksual, bermesraan bahkan berpelukan adalah hal yang suatu yang mematikan. Keintiman fisik bahkan dengan orang yang dikenalnya dapat membuat orang dengan demiseksual menjadi tidak nyaman dan membuat mereka merasa sedikit cemat. Pengidap demiseksual lebih menyukai berbicara ataupun mengenal seseorang secara pribadi daripada melakukan sentuhan.

  2. Pengidap Demiseksual Tumbuh dengan Perasaan yang Berbeda

    Pengidap merasa bahwa kehidupan seksnya berbeda dengan orang lain. Merasa asing ketika orang lain berbicara mengenai betapa seksinya seseorang. Sebenarnya para pengidap menyadari terdapat sesuatu yang salah pada dirinya.

  3. Ikatan Emosional Sangat Penting bagi Pengidap Demiseksual

    Kepercayaan, keterbukaan dan koneksi emosional adalah sumber yang membuat mereka dapat maju. Pengidap akan merasa tinggi ketika mengalami keintiman emosional dengan orang lain ketika berbagi cerita pribadi.

  4. Pengidap Demiseksual Memang Menikmati Hubungan Seks Pada Keadaan Tertentu

    Tidak seperti aseksual, demiseksual bukanlah berarti tidak menikmati atau tidak tertarik dengan hubungan seks sama sekali. Para pengidap demiseksual sesungguhnya dapat benar-benar menikmati hubungan seks dengan pasangan mereka.

  5. Pengidap Demiseksual Mandiri Secara Seksual

    Sebagia besar kepuasan seksual dari pengidap demiseksual berasal dari masturbasi. Ketika datang kepuasan seksual tersebut, pengidap demiseksual seperti tidak membutuhkan orang lain.

  6. Pengidap Demiseksual Memiliki Fantasi Seksual

    Pengidap demiseksual sesungguhnya memiliki kehidupan fantasi yang aktif dengan menikmati cerita erotis, menonton film ataupun membuat fantasi dari mereka sendiri. Bukan tindakan fisik dari seks, melainkan seluruh kontes orang yang mereka bayangkan berhubungan seks.

Manfaat Dari Kembang Kol Untuk Tubuh Kita

Kembang Kol merupakan sayuran yang tergolong dalam keluarga kubis dengan mengandung berbagai serat serta vitamin B yang tinggi dan berguna untuk kesehatan.

Kembang kol memiliki banyak nutrisi yang diperlukan tubuh. Sama seperti sayuran lainnya, kembang kol memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan yang dimana antaranya adalah

Manfaat Dari Kembang Kol Untuk Tubuh Kita
  1. Nutrisi yang melimpah

    Kembang kol memiliki 25 kalori, 0 gr lemak, 5 gr karbohidrat, 2 gr serat makanan, 2 gr gula, 2 gr protein dan 30 mg sodium per 100 gram. Untuk vitamin dan nutrisi, kembang kol memiliki 100 persen dari jumlah vitamin C dan 1/4 vitamin K untuk kebutuhan harian tubuh, 6 persen potasium serta 3 persen magnesium untuk harian.

  2. Anti-inflamasi

    Senyawa bioaktif yang ada pada kembang kol berguna untuk dapat mengurangi peradangan. Sayuran berwarna putih ini dikenal juga dapat mengatasi stres yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas yang merusak sel dan ketahanan tubuh untuk melawan berbagai efek berbahaya lainnya.

  3. Melawan Penuaan

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat alami yang ada didalam kembang kol yaitu sulforaphane dapat mempengaruhi gen dengan memperlambat proses penuaan. Senyawa kembang kol ini juga telah terbukti dapat memperlambat penurunan kognitif pada usia.

  4. Detoksifikasi Tubuh

    Senyawa aktif yang ada didalam kembang kol memiliki fungsi sebagai detoks untuk tubuh. Detoks ini daspat membantu untuk menonaktifkan bahan kimia didalam tubuh yang memiliki potensi untuk merusak sehingga dapat keluar dari tubuh dengan lebih cepat.

  5. Kaya akan Serat

    Serat yang ada dalam kol memiliki kandungan hingga 12 gram. Oleh karena itu, kembang kol dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan tubuh akan serat sehingga dapat menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan keteraturan dari usus dan menjadi sumber makanan untuk bakteri baik yang didalam usus yang terkait dengan antiperadangan, suasana hati hingga kekebalan.

    Perlu diketahui bahwa sebagian orang, terutama mereka yang mengalami sindrom iritasi usus besar, kembang kol dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan karena kembang kol memiliki karbohidrat yang memiliki tingkat penyerapan yang rendah oleh sistem perncernaan kedalam darah, memicu produksi gas sehingga dapat menyebabkan perut kembung dan kram.

  6. Membantu menurunkan Berat Badan

    Ternyata, kembang kol juga dapat membantu dalam manajemen penurunan berat badan dengan dapat menunda datangnya perasaan lapar serta mengatur kadar gula darah berikut insulin.

ITB Luncurkan Peralatan Medis Untuk Deteksi Dini Penyaki Kardiovaskuler

Kelompok Keahlian Teknik Biomedika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung mengembangkan perangkat untuk dapat mendeteksi penyakit kardiovaskuler.

Alat yang diberi nama Non-Invasive Vascular Analyzer atau NIVA ini belum lama diluncurkan oleh Rektor ITB Prof. Dr. Kadarsah Suryadi pada 12 Desember 2019 lalu di CRCS ITB yang dihadiri dan disaksikan langsung oleh Menteri Ristek Prof Bambang P. Brodjonegoro.

Ketua tim dari pembuatan NIVA, Prof. Dr. Ir. Tati Latifah Erawati Rajab Mengko pada laman itb.ac.id menjelaskan bahwa penelitian mengenai alat ini telah dimulai sejak tahun 2013 ini menggunakan dana dari Penelitian Unggulan Stategis Nasional yang dimiliki oleh DIKTI di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama tiga tahun.

“Saat itu muncul satu ide yang didorong oleh permintaan dari dokter bahwa apakah kita dapat membuat peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan deteksi awal pada gejala penyumbatan di dalam pembuluh darah,” kata Prof. Tati.

ITB Luncurkan Peralatan Medis Untuk Deteksi Dini Penyaki Kardiovaskuler
ITB Luncurkan Peralatan Medis Untuk Deteksi Dini Penyaki Kardiovaskuler

Dr. Hasballah Zakaria, Dr. Richard Mengko dan tim yang berasal dari Teknik Biomedis ITB juga turut mengambil bagian didalam penelitian ini.

NIVA merupakan perangkat non-invasif yang menggunakan sensor PPG atau photoplethysmograph dan sensor pada tekanan darah yang akan berfungsi untuk menganalisis pembuluh darah yang ada didalam tubuh manusia.

“Alat ini didesain untuk dapat mengukur fungsi vaskuler dengan berdasarkan 6 parameter dan tingkat resiko vaskuler dengan 5 parameter secara sekaligus,” katanya.

Lebih lanjut Prof. Tati menjelaskan bahwa penyumbatan pembuluh darah ini biasanya terjadi karena terdapat plak yang menutupi jalur pembuluh darah.

Plak ini muncul dikarenakan pembuluh darah tidak licin karena jumlah Nitric Oxide atau NO yang berkurang. NO ini, lanjutnya sangatlah berperan dalam menjaga tingkat kelenturan pada pembuluh darah.

Seiring bertambahnya usia, tingkat NO pada lapisan endothelial yang menjadi lapisan paling dalam pembuluh darah manusia akan mulai berkurang sehingga kelenturan pembuluh darah juga akan ikut berkurang.

Hal ini berakibat pada peningkatan tekanan darah atau hipertensi.

Terkait dengan mahalnya pengobatan untuk masalah pembuluh darah, Prof. Tati mengatakan bahwa peralatan ini dapat membantu BPJS dalam mendeteksi resiko dari penyakit stroke dan jantung dengan biaya yang lebih rendah.

“Maka dari itu, adanya peralatan yang diharapkan dapat mendeteksi penyakit ini dari awal. Dengan alat ini, hasil dari parameter yang menunjukan hasil kurang baik maka tim dokter dapat langsung dapat melakukan pengobatan sebelum terjadi suatu hal yang lebih buruk,” jelasnya Prof. Tati.

Dengan bekerjasama dengan PT. Selaras, alat ini akan diproduksi secara massal untuk dapat digunakan di semua rumah sakit sehingga berguna untuk masyarakat lebih luas.

Saat ini NIVA telah diujicoba dan dipakai du dua rumah sakit yaitu RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan RS Hasan Sadikin Bandung. Nantinya, alat ini juga akan diujicoba di RS Unair Surabaya, RS Gatot Subroto dan RS Sardjito.

Dengan adanya NIVA ini merupakan solusi terintegrasi untuk dapat mengukur kesehatan pembuluh darah. Dengan pendekatan kerjasama dengan industri ini, harga produksi dari NIVA ini dapat ditekan.

Selain itu, peralatan ini akan berfungsi sebagai alat screening yang secara efektif untuk dapat mengurangi jumlah pasien yang harus memperoleh tindakan medis.

Perangkat ini diharapkan akan mengurangi alat medis impor dan mendongkrak kemampuan industri dalam negeri untuk dapat menghasilkan berbagai peralatan medis buatan anak bangsa lainnya.