Apakah Benar Seorang Ibu Hamil Tidak Boleh Mengonsumi Minuman Dingin Atau Es?

Pada saat awal kehamilan, banyak ibu hamil yang diberi wejangan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Salah satunya adalah ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi minuman dingin terutama yang ada es pada periode trimester awal kehamilan.

Menurut beberapa kepercayaan, minum es ketika hamil akan membuat perut sakit, bayi menjadi kaget hingga memicu asma pada si kecil. Namun, apakah semua kepercayaan tersebut benar?

Dilansir dari situs Pregnant, kepercayaan untuk melarang ibu hamil minum es ataupun minuman dingin adalah mitos. Mitos ini berkembang didalam kultur Asia karena sebagian besar masyarakat menganggap bahwa rahim seperti layaknya inkubator untuk bayi.

Dengan anggapan ini, jain dianggap harus mendapatkan asupan makanan yang hangat. Hal ini memunculkan gagasan ibu hamil yang minum es atau dingin ketika mengandung akan membuat bayi kaget.

Apakah Benar Seorang Ibu Hamil Tidak Boleh Mengonsumi Minuman Dingin Atau Es?

Padahal asupan dingin ini tidaklah direspon oleh semua indra. Apa yang masuk kedalam mulut akan diencerkan ketika berada di kerongkongan hingga ke perut.

Disisi lain, selama ini banyak penderita asma yang sensitif pada makanan dan minuman dingin. Hal ini mendorong mitos lainnya yaitu ibu hamil yang minum es akan menyebabkan bayi memiliki asma.

Padahal faktanya adalah penyebab asma lebih besar dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dr Sangeeta Pikale yang berasal dari S L Raheja Hospital India mengatakan bahwa sah sah saja jika seorang ibu yang hamil mengonsumsi minuman dingin atau es.

Terlebih ketika ibu hamil berada didalam kondisi yang sehat dan kandungan yang dimilikinya juga dalam keadaan yang prima.

“Selama sebelum mengandung tubuh ibu hamil tidak bereaksi pada minuman dingin atau es maka tidaklah ada masalah sama sekali,” jelasnya.

Akan tetapi, Pikale menjelaskan bahwa ibu hamil yang ingin mengonsumsi es atau dingin juga harus memperhatikan jenis asupan didalam minuman tersebut.

Layaknya pada kondisi tidak hamil, konsumsi asupan manis, kafein ataupun soda secara berlebihan juga dapat memberikan dampak pada janin.

“Batasan manis, kafein dan lainnya ketika hamil harus benar-benar di perhatikan. Jumlahnya tidaklah boleh lebih banyak dari ketika hamil bahkan kalau bisa dikurangi. Intinya, jangan berlebihan,” tambahnya.

Pikale juga menyarankan para ibu hamil untuk terus berkonsultasi dengan dokter yang mereka miliki megnenai kondisi dari janin ataupun sang ibu sendiri. Terutama jika ibu hamil tersebut memiliki tingkat kehamilan yang berisiko dan penyakit penyerta seperti darah tinggi, diabetes dan kondisi medis lainnya.

Pria Ini Mengalami Masalah Medis Yang Langka Yaitu Tidak Dapat Mengenali Angka

Seorang pria mengalami kondisi medis yang unik. Ia hanya dapat melihat angka 0 dan 1 sementara angka lainnya terlihat aneh untuknya. Angka 8 sebagai contohnya, pria yang berinisial RFS ini melihat angka tersebut bukan sebagai angka melainkan topen mata.

“Dia menggambarkan bahwa angka-angka tersebut sebagai hal teraneh yang pernah dia lihat,” kata peneliti postdoctoral dan kognitif yang berasal dari Veterans Affairs Boston Healthcare System, David Rothlein.

Rupanya, RFS memiliki kondisi degeneratif otak yang menyebabkannya tidak dapat melihat angka sebagai objek yang dikenali dengan jelas. Kondisi tidak normla ini diawali pada tahun 2010 yang dimana dirinya mendadak pusing serta kesulitan untuk bicara. Tidak hanya itu, dia juga mengalami amnesia dan kesulitan untuk melihat pada saat itu.

Tidak berakhir sampai sana, beberapa bulan kemudian dirinya kesulitan untuk berjalan. Kondisi motorik ini terus memburuk seiring berjalannya waktu.

Pria Ini Mengalami Masalah Medis Yang Langka Yaitu Tidak Dapat Mengenali Angka

Setelah ke dokter, RFS didiagnosa mengalami kelainan otak degeneratif langka yang disebut dengan sindrom kortikobasal. Ini adalah kondisi dimana dapat menyebabkan masalah pada pergerakan dan bahasa.

Dari pemindaian otak memperlihatkan bahwa terdapat kerusakan yang luas seperti ditemukan pada penelitian. Pemindaian otak telah mengungkapkan kerusakan secara luas dan hilangnya volume dibagian otak, otak tengah dan otak kecil.

“Permasalahan didalam melihat angka ini terjadi secara perlahan-lahan setelah kejadian itu,” kata peneliti bidang kognitif John Hopkins University, Michael McClosky.

Penelitian terhadap kondisi RFS ini mulai dilakukan pada 2011 ketika dirinya berusia 60 tahun. Untuk para peneliti, kondisi yang dialami oleh RFS ini merupakan pertama kali yang mereka tangani.

“Kondisi ini membuat pria menjadi sulit melihat angka. Ya yang paling mencolok adalah itu, dia tidak dapat melihat angka,” kata McClosky.

Ketika diberikan huruf B yang menyerupai angka 8, dirinya dapat mengenali huruf tersebut. Akan tetapi, ketika diberkan angka 8 dirinya tidak dapat mengenalinya. Hal mengejutkan adalah dia dapat mengenali 0 dan 1.

“Tidak begitu jelas apa penyebabnya, tapi mungkin huruf tersebut seperti 0 dan 1. Atau mungkin kedua angka tersebut diproses secara berbeda oleh otak,” kata McClosky.

Anak Yang Mengalami Diare Terlalu Sering Memiliki Resiko Lebih Tinggi Terkena Stunting

Diare adalah salah satu penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia ataupun gender. Penyakit ini sering dianggap sepele oleh sebagian orang. Hal ini disebabkan oleh banyak orang yang berpendapat bahwa diare dapat sembuh sendiri tanpa harus meminum obat.

Dijelaskan bahwa diare sebenarnya adalah cara tubuh untuk membersihkan diri dari kuman. Sebagian besar diare berlangsung beberapa hari hingga paling lama adalah seminggu. Ada juga orang yang terserang oleh diare dengan disertai oleh demam, mual dan juga muntah.

Penyebab diare yang paling sering adalah infeksi virus seperti rotavirus. Diare juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti salmonella. Untuk kasus yang lebih jarang ditemukan diare yang disebabkan oleh infeksi parasit.

Namun, apakah para ibu dari Generasi Bersih dan Sehat tahu bahwa diare yang menyerang anak-anak terutama pada usiah dibawah 2 tahun dapat emnjadi penyakit yang cukup berbahaya karena dapat menyebabkan stunting atau gagal tumbuh kembang pada anak?

Diare terjadi karena terdapat gangguan pada vili usus. Gangguan ini daapt membuat penyerapan nutrisi anak menjadi terganggu.

Anak Yang Mengalami Diare Terlalu Sering Memiliki Resiko Lebih Tinggi Terkena Stunting

Walaupun begitu, dr Ariani Dewi Widodo, SpA (K) mengungkapkan bahwa tidak semua diare dapat menyebabkan terjadinya stunting. Stunting ini terjadi jika anak mengalami diare berat atau akut yang terjadi secara berulang ataupun diare kronis yang berlangsung dalam waktu lama.

Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dua minggu sementara diare akut berlangsung kurang dari 2 minggu.

“Stunting juga biasanya menyebabkan keadaan tubuh menjadi kurang baik sehingga dapat menyebabkan penyakit yang dimana salah satunya adalah diare. Ini semua saling terkait,” jelas Ariani.

Anak-anak memang lebih beresiko untuk terkena diare karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat dan kebersihan tubuh yang masih kurang dijaga.

Contohnya adalah anak balita yang masih belum terbiasa untuk mencuci tangan setelah bermain ataupun sebelum makan. Pada anak yang lebih kecil lagi, kebiasaan memasukan benda kedalam mulut juga memiliki potensi menyebabkan diare.

Nah, jika anak terserang diare, ibu tentu saja harus menjaganya supaya tidaklah kehilangan terlalu banyak cairan.

Bagi bayi dan anak dapat terus diberikan ASI atau larutan rehidrasi oral seperti oralit. Bagi anak yang lebih besar, dapat minum apa saja yang mereka sukai supaya dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh termasuk oralit dan produk bermerek lainnya. Biasanya adalah produk yang memiliki akhiran “Lyte”.

Mengonsumsi air putih saja terbukti tidak cukup untuk mereka yang mengalami diare. Hal ini karena air putih tidak memiliki kandungan natrium, kalium ataupun mineral lainnya yang mencukupi untuk merehidrasi anak-anak.

Diare dapat hilang dalam beberapa hari namun pada kondisi tertentu, anak harus segera dibawa ke dokter. Berikut ini adalah beberapa kondisi tersebut:

  • Tampak sangat sakit
  • Terlihat terlalu lemah untuk berdiri
  • Sudah diare lebih dari 3 hari
  • Bingung atau pusing
  • Berusia kurang dari 6 bulan
  • Muntah berupa cairan berwarna hijau atau kuning berdarah
  • Demam lebih dari 40 derajat celcius atau untuk bayi dibawah 6 bulan demam dengan suhu diatas 37 derajat celcius (diukur oleh termometer dubur)
  • Memiliki tinja berdarah
  • Bayi usia satu bulan mencret 3x atau lebih
  • Terlihat mengalami dehidrasi
  • Anak mencret 4x didalam 8 jam atau tidak minum cukup
  • Anak mmeiliki kekebalan tubuh yang lemah
  • Terlihat ruam pada tubuh anak sakit perut selama lebih dari dua jam
  • Bayi belum buang air kecil dalam 6 jam atau anak-anak 12 jam

Jika ke dokter, jangan lupa untuk bertanya mengenai jumlah cairan yang dibutuhkan anak, cara anak dapat memperoleh kebutuhan cairan tersebut, kapan harus memberikan cairan tersebut dan cara untuk mengidentifikasi tanda-tanda dari dehidrasi.

Ahli Dari Universitas Sebelas Maret Ungkap Hasil Rapid Test Non-Reaktif Belum Tentu Negatif COVID-19

Hasil rapid test reaktif belum dapat menjadi pertunjuk bagi seorang apakah telah terinfeksi COVID-19. Begitu juga sebaliknya, hasil rapid test non-reaktif belum tentu memperlihatkan seseorang negatif virus corona.

Akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK., Phd., awalnya menjelaskan penyebutan hasil rapid test tersebut yang benar adalah reaktif ataupun non-reaktif bukanlah positif atau negatif.

Ia menyebut bahwa salah satu sumber pemicu masalah didalam pandemi COVID-19 selama ini adalah pandangan yang dipicu oleh salah kaprah penyebutan.

dr. Tonang menerangkan bahwa kata positif ini harus hati-hati digunakan untuk menyampaikan mengenai hasil rapid test COVID-19. Padahal sebenarnya tidak ada hasil positif-negatif didalam hasil rapid test COVID-19.

“Tidak ada hasil rapid test COVID-19 yang menyatakan bahwa positif,” kata dr. Tonang.

Ahli Dari Universitas Sebelas Maret Ungkap Hasil Rapid Test Non-Reaktif Belum Tentu Negatif COVID-19

Oleh karena itu, dia mengimbau untuk tidak pernah ada yang menyebut seseorang positif COVID-19 hanya karena hasil dari rapid test.

“Apakah yang hasil rapid test-nya itu reaktif pasti positif? Belum tentu,” katanya.

Setelah ada hasil rapid test yang reaktif, yang harus dilakukan berikutnya adalah tahapan untuk mengonfirmasi dengan melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pada pasien.

“Hasil PCR ini mungkin menyatakan positif COVID-19 tetapi bisa juga tidak. Oleh karena itu, rapid test dapat disebut dengan nama skrinning tetapi bukan diagnosis pasti,” katanya.

Begitu juga untuk orang memiliki rapid test non-reaktif. Menurut dr. Tonang hal tersebut tidaklah memastikan tes PCR-nya akan negatif atau bebas dari COVID-19.

“Karena mungkin saja, memang belum tepat waktunya,” jelasnya.

Untuk dapat menyebut positif dan negatif, menurut dr. Tonang akan lebih baik jika setelah mengantongi hasil dari tes PCR. Setiap pasien yang diambil dua kali swab. Untuk mudhanya dapat disebut dengan hari pertama atau H1 dan hari kedua atau H2.

“Dapat disebut positif jika minimal pada salah satu tes swab terdapat virus COVID-19,” jelasnya.

dr. Tonang mengatakan bahwa seseorang atau pasien dapat disebut negatif COVID-19 jika pada dua kali swab tidak ditemukan virus COVID-19.

“Oleh karena itu kalau ada hasil PCR yang negatif tetapi baru dari sampel pertama saja maka belum dapat di simpulkan. Harus menunggu hasil dari sampel kedua,” katanya.

Mengenai hasil rapid test yang digunakan untuk syarat dapat melakukan perjalanan, dr. Tonang memiliki pendapat bahwa akan lebih baik jika syarat tersebut juga dilengkapi dengan hasil tes PCR yang menyatakan negatif COVID-19.

“Kalaupun harus diperiksa, adalah kombinasi rapid test antigen dan rapid test antibodi pada hari keberangkatan,” kata dr. Tonang.

Situs Permainan Bitcoin Inisiasi Penggalangan Dana Untuk Melawan COVID-19

Pemilik dari situs judi online yang menggunakan bitcoin, Freebitco.in mengumumkan dana bantuan untuk virus corona ditengah banyaknya perusahaan mata uang kripto yang mendonasikan dana untuk membantu menghadapi pandemi COVID-19. Freebitco.in merupakan salah satu situs judi online yang cukup populer dengan total pengunjung sebanyak 40 juta pengunjung pada bulan lalu dan situs ini berada di posisi 2.379 secara global memnurut ranking Alexa. Situs ini akan mendonasikan 20 persen dari selisih keuntungan dan kekalahan atau “House Edge” kepada organisasi yang akan berkordinasi dengan otoritas kesehatan publik dengan tujuan menyediakan perlengkapan perlindung.

Wabah virus corona telah secara masif mengubah ekonomi dunia dan banyak orang yang membutuhkan makanan dan juga akses kesehatan. Ini telah menyebabkan banyak perusahaan di sektor publik untuk mulai menyediakan pasokan yang paling dibutuhkan dan dana bantuan untuk mereka yang terdampak oleh bencana keuangan ini.

News.bitcoin.com baru-baru ini melaporkan banyaknya perusahaan mata uang kripto yang mendonasikan dana untuk usaha bantuan virus corona selama beberapa minggu terakhir. Sebagai contohnya, organisasi yang bernama Binance Charity telah menyiapkan dana 5 juta dollar AS untuk program bantuan COVID-19.

Situs Permainan Bitcoin Inisiasi Penggalangan Dana Untuk Melawan COVID-19

Saat ini tim dibelakan situs judi kripto populer, Freebitco.in telah mengisiasi dana untuk membantu mereka yang membutuhkan pada periode yang penu dengan tekanan ini. Freebitco.in dikenal sebagai situs judi yang diluncurkan pada tahun 2013 dan situs ini telah memiliki hampir 40-46 pengunjung setiap bulannya. Para penginisiasi dari penggalangan dana ini menyatakan bahwa situs akan mendonasikan sekitar 20 persen dari pendapatan “House Edge” atau selisih dari keuntungan yang berasal dari total pemasangan pemain dengan nominal yang dimenangkan pemain untuk dana bantuan COVID-19.

Freebitco.in menyatakan, “Hasil dari penggalangan dana ini akan didonasikan kepada Direct Relief, sebuah organisasi yang berkordinasi dengan otoritas kesehatan publik, organisasi non-profit dan bisnis di Amerika Serikat untuk menyediakan peralatan perlindung diri dan berbagai barang lainnya untuk para tenaga medis yang menangani virus corona. Mari bergabung dengan kami untuk membantu para pahlawan super bertopeng ini yang berada di garis depan dengan membahayakan kesehatan mereka guna memastikan kita tetap aman.”

Freebitco.in memiliki banyak pengunjung yang bermain permainan seperti “Free Bitcoins Every Hour”, “Hi-Lo Game”, “Dice Game” dan masih banyak lagi. Freebitco.in baru-baru ini juga menambahkan permainan baru untuk memasang taruhan pada platform yang dimana membuat pemain dapat bertaruh harga BCH di sama depan.

Freebitco.in sendiri juga cukup terkenal di Russia dengan menempati posisi 692 pada ranking Alexa untuk lokasi di Rusia. Sebanyak 1,72 juta pengunjung ke Freebitco.in setiap harinya dan dengan jumlah kunjungan sebanyak itu, tidaklah sulit bagi situs judi online ini menghasilkan bantuan dana untuk melawan virus corona.

Sejauh ini banyak negara yang mengalami kekurangan pasokan medis, masker dan ventilator. Sektor privat atau swasta sendiri juga telah berupaya untuk memberikan bantuan sebanyak yang dapat mereka berikan untuk menyediakan pasokan tersebut unutk rumah sakit dan ICUs. Upaya dari sektor publik dengan mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk membantu usaha melawan virus corona ini memperlihatkan bahwa masih adanya moral yang baik di dunia bisnis dan keuangan.

Gaya Hidup Yang Tidak Sehat Tingkatkan Resiko Kanker Usus

Secara global, kanker usus masuk kedalam jajaran tiga kanker dengan kasus terbanyak yang diidap penduduk dunia. Sebenarnya, jika kanker usus dapat dideteksi dini, penyakit ini dapat diobati dan memiliki angka harapan hidup yang tinggi.

Dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam mengatakan jika kasus kanker usus ditemukan pada tahap awal maka harapan hidup lima tahun dapat mencapai 92 persen.

“Sebaliknya jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV/lanjut maka harapan hidup 5 tahunnya hanya 12 persen,” kata Ari.

Gaya Hidup Yang Tidak Sehat Tingkatkan Resiko Kanker Usus

Dokter yang mendalami masalah saluran pencernaan ini menjelaskan bahwa gaya hidup ini menjadi salah satu penyebab angka kasus kanker tinggi. Selain itu, faktor genetik juga menjadi faktor resiko tetapi gaya hidup tetap memainkan peran utama.

Beberapa faktor resiko yang telah teridentifikasi adalah konsistem didalam berbagai penelitian termasuk penelitian di Indonesia adalah diet tinggi daging merah serta daging olahan dan kurang mengonsumsi sayur atau buah.

Selain itu, rokok juga memiliki peran yang menyebabkan seseorang lebih beresiko terkena kanker usus. “Beberapa kasus kanker usus yang saya temukan bukan pada mereka yang perokok akan tetapi orang terdekat dan sekitarnya merokok sehingga mereka yang terkena kanker usus besar adalah perokok pasif.

Beberapa faktor lain adalah kegemukan, kurang bergerak dan konsumsi alkohol. Ada beberapa faktor resiko yang tidak dapat berubah adalah umur. Seseorang yang memiliki umur 50 tahun dapat melakukan skrining kanker usus.

Selain itu, faktor genetik juga memiliki peran meningkatkan resiko terkena kanker usus. Faktor genetik seperti riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit kencing manis atau diabetes dan riwayat penyakit radang usus kronis (inflammatory bowel disease) sebelumnya adalah faktor yang harus diantisipasi menurut Ari.

Seberapa Bahayakah Jerawat Di Kemaluan Pria?

Jerawat tidak hanya mengganggu pada area wajah ataupun punggung. Masalah kulit yang satu ini juga dapat muncul di area pribadi atau kemaluan.

Jerawat pada area kemaluan biasanya terjadi pada saat pori-pori di vagina atau penis tersumbat oleh bakteri dan kotoran. Jerawat di kemaluan ini berbeda dengan benjolan seperti jerawat di sekitar kemaluan karena infeksi virus atau bakteri.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jerawat di kemaluan pria.

Berdasarkan publikasi dari Medica News Today, jerawat dapat muncul di kemaluan pria karena berbagai faktor. Beberapa penyebab munculnya jerawat di kemaluan pria paling sering adalah seperti pakaian yang terlalu ketat seperti celana atau celana dalam, kondisi sekitar penis yang lembab, infeksi setelah mencukur rambut kemaulan, kering berlebihan, area kemaluan yang jarang dibersihkan hingga kulit sekitar kemaluan berminyak.

Seberapa Bahayakah Jerawat Di Kemaluan Pria?

Jerawat pada kemaluan ini biasanya seperti benjolan kecil bundar dengan bagian dasarnya berwarna merah.

Pada bagian ujung jerawat dapat berwarna putih atau hitam, tergantung jenis penyumbatannya. Beberapa jerawat juga kemungkinan mengandung nanah.

Sering kali, jerawat ini disalahartikan sebagai penyakit menual seksual yang salah satunya gejalanya adalah benjolan seperti kutil kelamin, sipilis atau herpes.

Kutil kelamin biasanya berupa benjolan kecil berwarna putih pada bagian batang atau kepala penis. Ujung kutil seperti kembang kol yang memiliki ukuran bervariasi.

Sedangkan herpes disebabkan oleh virus yang menyebabkan kulit penis atau area kemaluan melepuh menjadi warna putih dengan warna dasar merah. Luka pada herpes dapat menimbulkan rasa gatal yang mengeras dan berair.

Sementara itu untuk sipilis adalah infeksi bakteri. Penyakit ini ditandai dengan adanya bisul putih atau merah tanpa rasa sakit pada sekitar penis.

Untuk dapat menceegah jerawat pada penis atau area sekitar kemaluan pria, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lainnya

  • Menjaga area intim tetap kering dan bebas lembab
  • Menggunakan pakaian longgar dengan bahan yang nyaman
  • Mandi secara teratur
  • Hindari menyentuh atau menggosok kulit yang berjerawat
  • Bersihkan tempat tidur secara berkala
  • Hindari menggunakan pakaian yang kotor

Perawatan medis biasanay tidak dibutuhkan untuk mengatasi jerawat ini. Pada beberapa kasus, jerawat di kemaluan ini dapat sembuh sendiri setelah beberapa hari.

Hal yang perlu diperhatikan adalah dengan menghindari memencet jerawat pada kemaluan karena dapat menyebabkan luka parut pada jaringan kulit di kemaluan dan memicu infeksi.

Penggunaan obat untuk mengatasi jerawat pada kemaluan ini juga membutuhkan kehati-hatian karena daerah sekitar kemaluan ini sangat sensitif.

Umumnya jerawat ini bukanlah tanda dari penyakit menular seksual. Namun, jika jerawat kemaluan ini disertai oleh beberapa gejala, anda membutuhkan konsultasi dengan dokter. Gejala tersebut adalah:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Lelah
  • Kelenjar pada pangkal paha membengkak
  • Ruam kulit atau iritasi
  • Timbul nyeri otot

Jika jerawat tidak kunjung hilang setelah lebih dari satu minggu, anda juga perlu melakukan konsultasi ke dokter.

Health Lottery Ajukan Batasan Minimum Hadiah 1 Juta Pounds Untuk Bantu Galang Dana Untuk Hadapi COVID-19

Health Lottery meminta batasan 1 juta pounds untuk mendukung 3.000 yayasan amal yang terdampak akibat krisis virus corona. Para operator permainan togel dan lotere di Inggris yang memberikan kontribusi untuk berbagai kegiatan yang bertujuan baik di seluruh Inggris mengatakan bahwa pandemi COVID-19 ini telah menghantam keras semua aktivitas penggalangan dana.

Direktur Joint Group, Martin Ellice mengatakan bahwa banyak ancaman penutupan tanpa adanya insentif tambahan untuk mendukung pekerjaan yayasan amal ini yang melayani hampir 560 ribu warga Inggris. Ia mengatakan, “Penurunan jumlah pendapatan telah membuat penggalangan dana dibatalkan dan karantina telah menghantam berbagai aktivitas sosial normal.

Health Lottery Ajukan Batasan Minimum Hadiah 1 Juta Pounds Untuk Bantu Galang Dana Untuk Hadapi COVID-19

“Tidak ada orang yang dapat memprediksi wabah ini atau dampak yang dibawanya pada komunitas mereka. Yayasan amal di Inggris berpotensial untuk kehilangan dana 4,3 miliar pounds dalam 12 minggu kedepan. Sebagian besar dari yayasan amal tersebut bahkan sudah diketahui kesulitan dana.”

Ellice juga mendukung suara yang meminta intervensi pemerintah akan tetapi baginya sangat sederhana yaitu menaikan batasan jackpot pada permianan lotere dari 25 ribu pounds yang terakhir kali pada tahun 1993 menjadi 1 juta pounds. Hal ini dianggapnya dapat memberikan dana yang cukup tanpa harus memberikan tekanan keuangan pada pemerintah.

Ia menambahkan, “Yayasan amal ini saat ini berada pada posisi yang paling rentan, penjualan juga berkurang dan tanpa jackpot yang dinaikan hingga level yang kompetitif dan berarti maka ancaman penutupan sangat besar. Pemerintah harus bergerak saat ini dan mendorong jackpot menjadi 1 juta pounds per pengundian tanpa tergantung jumlah penjualan.”

Ahli Paru-Paru Di Oklahoma Ungkap Hasil Autopsi Pada 2 Pasien Meninggal Positif COVID-19

Para dokter di dunia masih terus melakukan studi terhadap COVID-19 termasuk dampak kesehatan dan gejala lanjutan pada orang yang terjangkit.

Beberapa waktu yang lalu, kepala bagian patologi paru yang ada di Cleveland Clinic Dr. Sanjay Mukhopadhyay melakukan dua autopsi yang berbeda terhadap pasien yang meninggal karena COVID-19.

Hasil autopsi pada seorang pria asal Oklahoma, Amerika Serikat yang berusia 77 tahun memperlihatkan bagian dalam paru-paru yang tertutup lapisan tebal bertekstur lendir yang diduga menjadi penyebab utama dari pneumonia.

Mukhopadhyay mengharapkan hasil temuan ini memberikan dokter wawasan mengenai gejala apa yang disebabkan oleh virus COVID-19 serta bagaimana prosedur pengobatan dengan obat yang tersedia.

Hasil temuannya ini masih mendapatkan peninjauan sebagai permintaan dari Kantor Kepala Penguji Medis Oklahoma dan dipublikasikan di American Journal of Clinical Pathology.

Mukhopadhyay mengatakan bahwa pasien berusia 77 tahun ini mengalami obesitas dan juga memiliki riwayat hipertensi. Dia sempat mengalami gejala COVID-19 seperti deman dan menggigil selama 6 hari ditambah dengan tidak ditangani oleh dokter.

“Saat ia tiba di rumah sakit, ia sudah mengalami serangan jantung sehingga tidak pernah memperoleh perawatan ICU atau ventilator,” kata Mukhodpadhyay.

Ahli Paru-Paru Di Oklahoma Ungkap Hasil Autopsi Pada 2 Pasien Meninggal Positif COVID-19

Pria ini hanya memperoleh pemeriksaan virus setelah meninggal dunia.

“Jadi, dia meninggal sebelum itu sehingga kami dapat melihat apa yang terjadi pada paru-paru pasien yang meninggal disebabkan oleh COVID-19 tanpa mendapatkan perawatan apapun.”

Lapisan tebal yang ditemukan tersebut menyebabkan peradangan saluran napas dan kerusakan pada alveoli sehingga menyebabkan kesulitan bernapas. Hal ini menunjukkan bahwa virus ini dapat menyebabkan kerusakan.

Autopsi kedua dilakukan pada seorang pria berusia 42 tahun yang juga mengalami obesitas yang positif COVID-19 setelah meninggal dunia.

Namun, dokter menemukan bahwa ia meninggal disebabkan oleh bakteri pneumonia yang telah menjangkitinya sebelumnya bukan karena virus COVID-19 sehingga tidak ditemukan lapisan seperti cat pada bagian paru-paru autopsi kedua ini.

“Jadi, pasien kedua ini kemungkinan dengan terinfeksi oleh COVID-19 tetapi kemungkinan besar bukan meninggal disebabkan oleh COVID-19.”

“Temuan autopsi ini seperti kerusakan alveolar difus dan peradangan pada saluran napas memperlihatkan patologi terkait virus yang sebenarnya. Temua lain adalah proses yang bertumpukan atau tidak terkait,” tulis peneliti dalam kesimpulan yang dikutip dari American Journal of Clinical Pathology.

Dalam pertanyaan awal, Mukhopadhyaya dan rekannya berasumsi bahwa terdapat peradangan jantung pada pasien virus corona dan hal ini dapat menyebabkan pembekuan darah. Namun, tidak ditemukan bukti pada kedua pasien tersebut.

Untuk saat ini, Mukhopadhyay menegaskan belum ada obat yang dapat digunakan jika seseorang sudah berada didalam kondisi tersebut.

“Tidak ada obat khusus yang dapat membalikkan keadaan tersebut, jadi anda benar-benar harus mengobati virusnya jika bisa,” kata Mukhopadhyay.

“Kita tidak memiliki obat antivirus yang sejauh ini bekerja dengan baik tetapi saat kita mendapatkannya itu akan menjadi cara untuk mengobatinya.”

Menurut Mukhodpadhyay, dua penelitiannya tersebut memperlihatkan tantangan yang tengah dihadapi komunitas medis untuk menentukan penyebab meninggal dunia pada pasien positif virus corona.

Hampir Semua Pasien Meninggal Virus Corona Memiliki Riwayat Penyakit Pendahulu

Juru bicara Indoensia terkait penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan sejauh ini telah ada 25 pasien positif virus corona yang meninggal dunia.

Yuri mengatakan bahwa beberapa kasus meninggal dunia tersebut berada pada rentan usia pasien positif COVID-19 adalah 45 hingga 65 tahun. Sementara untuk satu kasus adalah pasien pada usia 37 tahun.

Hampir Semua Pasien Meninggal Virus Corona Memiliki Riwayat Penyakit Pendahulu

“Kalau kemudian kita perhatikan ada faktor yang lain, maka hampir seluruhnya memiliki penyakit pendahulu atau komorbid,” kata Yuri.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini mengatakan bahwa beberapa penyakit penyerta yang ditemukan sebagian besar adalah diabetes, penyakit jantung kronis dan hipertensi.

“Beberapa diantaranya adalah penyakit paru obstruksi menahun,” tambah Yuri. Hingga hari ini, sudah ada 309 kasus positif COVID-19 yang terdeteksi di Indonesia dengan yang dinyatakan sembuh telah mencapai 14 orang.