Seorang Bocak Di Colorado Meninggal Akibat Flu Setelah Sang Ibu Menolak Obat Dokter

Seorang anak di Colorado, Amerika Serikat meninggal dunia dikarenakan virus influenza setelah sang ibu tidak memberikannya obat yang telah diresepkan oleh dokter. Ibu dari bocah empat tahun tersebut mengatakan bahwa ia lebih menerima saran dari orang yang tergabung didalam grup anti-vaksin yang ada di Facebook.

Anak dari wanita tersebut terkena virus influenza pada pekan pertama Februari ini. Ia pun meminta saran kepada grup yang beranggotakan orang-orang yang berpandangan anti-vaksin.

Perempuan tersebut mengatakan bahwa putranya mengalami demam dan kejang. Selain itu, dua dari empat anaknya juga didiagnosa dengan flu oleh dokter dan telah diresepkan obat Tamiflu untuk mereka semua.

“Dokter mengatakan kepada saya untuk memberikan dua anak saya lainnya dan saya sendiri Tamiflu, jadi kami tidak mengambilnya,” kata ibu tersebut.

Seorang Bocak Di Colorado Meninggal Akibat Flu Setelah Sang Ibu Menolak Obat Dokter

Pada grup tersebut, tidak satupun anggotanya yang merekomendasikan sang ibu untuk membawa anaknya ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sebagian besar malahan menyarankan sang ibu untuk melakukan perawatan secara tradisional seperti menggunakan ASI, elderberry atau thyme.

Ibu dari bocah tersebut juga menyatakan bahwa dia memilih untuk menyembuhkan anaknya dengan menggunakan minyak peppermint, lavernder dan vitamin C yang ternyata tidak bekerja sehingga ia meminta saran dari grup tersebut.

Beberapa hari setelah unggahan sang ibu di Facebook, sang anak harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita kompikasi flu. Setelah kejadian tersebut, wanita ini menolak memberikan komentar apapun kepada media setempat.

Colorado Department of Public Health dan Environment mengonfirmasi bahwa anak tersebut meninggal dikarenakan flu yang seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah jika orang tuanya mengikuti apa yang disampaikan oleh dokter. Sejauh ini tidak diketahui apakah anak tersebut divaksinasi atau tidak.

“Kami menyarankan untuk semua orang yang berusia enam bulan keatas yang belum menerima vaksin tahunan supaya segera mendapatkannya untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali,” tulis departemen tersebut.