Ini Penjelasan Psikologis Terkait Fanatisme Fans Yang Berlebihan Yang Dialami Oleh Via Vallen

Baru-baru ini seseorang yang diduga sebagai penggemar fanatik dari artis Via Vallen dilaporkan telah membakar mobil yang dimiliki oleh sang idola yang terparkir didepan rumahnya.

Psikolog Intan Erlita mengatakan bahwa sikap fanatisme yang berlebihan yang dimiliki oleh seorang penggemar atau fans pada idolanya dapat dikategorikan sebagai gangguan psikologis.

Apalagi menurutnya, jika sikap berlebihan tersebut dapat menyebabkan hal yang buruk untuk sang idola.

“Ya kalau sudah mengganggu atau bahkan menimbulkan hal yang buruk itu sudah pasti ada gangguan secara psikologis. Tapi gangguannya ini apa tentunya harus ada pemeriksaan lebih lanjut,” kata Intan.

Pendiri dari firma pelatihan profesional Hijrah Coach ini mengatakan bahwa sikap fanatisme ini dapat terjadi karena adanya rasa memiliki secara berlebihan pada fans hingga jika sang idola tidaklah memberikan respon yang sesuai dengan yang diharapkan akan menyebabkan rasa marah, cemburu hingga dendam.

Ini Penjelasan Psikologis Terkait Fanatisme Fans Yang Berlebihan Yang Dialami Oleh Via Vallen

Lebih lanjut, menurut Intan biasanya sikap fanatisme berlebihan dari fans ini dapat timbul dari hal yang kecil hingga berkembang menjadi suatu yang lebih besar.

“Pasti gangguannya tidaklah langsung besar akan tetapi kecil dulu seperti DM tiap hari. Terus jika tidak dihiraukan akan naik menjadi mengintai. Nah ini kan makin lama akan semakin naik hingga akhirnya mengganggu si artis itu sendiri,” jelasnya.

Jika sudah seperti ini, seseorang fans dapat bertindak jauh lebih nekat lagi. Intan mencontohkan beberapa kasus yang melibatkan fans dan idola yang berujung kematian salah satunya atau keduanya.

“Jadi yang terjadi seperti itu ketika seseorang secara berlebihan dalam menyukai seseorang. Beberapa kasus bahkan berujung pada kematian gitu kan. Memang karena rasa memilikinya yang besar tetapi dia tidak dapat memiliki ya bagusan mati aja biar tidak ada yang dapat memiliki sang idola. Jadi udah tidak rasional lagi pola pikirnya,” kata Intan.

Intan mengatakan bahwa menggemari sosok ataupun artis bukanlah suatu yang salah akan tetapi hal tersebut menjadi masalah jika telah berlebihan dalam fanatismenya dan tidak rasional dalam memperlakukan idola tersebut.

“Kalau hanya sekedar suka atau mengangumi itu boleh. Bahkan ada beberapa yang memiliki komunitas untuk mendukung sang idolanya dan mengikuti berbagai hal positif yang dilakukan oleh artis atau idola tersebut. Hal tersebut tidak apa-apa dan wajar,” ungkap Intan.

“Tapi yang menjadi masalah adalah ketika itu menjadi berlebihan. Artis kan juga manusia. Ia juga pengin memiliki rasa nyaman, aman dan tenang dalam hidupnya,” katanya.

Jika tindakan fans telah berlebihan maka Intan menganjurkan untuk mengambil tindakan tegas baik oleh sang artis atau manajemen dari sang artis untuk mengatasi hal tersebut.

“Mungkin dapat menghubungi pihat aparat karena sudah ada rasa ketidaknyamanan. Itu kan diperbolehkan walaupun tidak langsung dibawa ke ranah hukum. Paling tidak ketika ditemukan oleh aparat dapat diperingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang dianggap menganggu tersebut,” kata Intan.