Hampir Semua Pasien Meninggal Virus Corona Memiliki Riwayat Penyakit Pendahulu

Juru bicara Indoensia terkait penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengungkapkan sejauh ini telah ada 25 pasien positif virus corona yang meninggal dunia.

Yuri mengatakan bahwa beberapa kasus meninggal dunia tersebut berada pada rentan usia pasien positif COVID-19 adalah 45 hingga 65 tahun. Sementara untuk satu kasus adalah pasien pada usia 37 tahun.

Hampir Semua Pasien Meninggal Virus Corona Memiliki Riwayat Penyakit Pendahulu

“Kalau kemudian kita perhatikan ada faktor yang lain, maka hampir seluruhnya memiliki penyakit pendahulu atau komorbid,” kata Yuri.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan ini mengatakan bahwa beberapa penyakit penyerta yang ditemukan sebagian besar adalah diabetes, penyakit jantung kronis dan hipertensi.

“Beberapa diantaranya adalah penyakit paru obstruksi menahun,” tambah Yuri. Hingga hari ini, sudah ada 309 kasus positif COVID-19 yang terdeteksi di Indonesia dengan yang dinyatakan sembuh telah mencapai 14 orang.

Konsumsi Minuman Manis Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Amerika menyebutkan bahwa minuman manis memiliki potensi menyebabkan gangguan jantung. Hal ini dipicu oleh kadar gula darah dan kolestrol yang naik sehingga menyebabkan hipertensi.

“Tidak hanya itu, minuman manis juga dapat menyebabkan dyslipidemia, kadar lipid dalam darah abnormal yang paling banyak disampaikan oleh dokter untuk dicegah,” kata peneliti tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University, Boston, MA memperlihatkan bahwa orang dewasa lebih beresiko untuk memiliki dyslipidemia jika mereka setiap hari minum minuman manis. Penemuan ini telah diterbitkan di Journal of American Heart Association.

Konsumsi Minuman Manis Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung

Mereka mengindikasikan bahwa minuman manis memiliki tingkat trigliserida yang tinggi serta HDL kolesterol yang rendah.

“Penemuan ini memperlihatkan bahwa apa yang kita masukan kedalam gelas dapat berkontribusi dalam meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular dengan memperburuk kadar lipid,” kata Nicola McKeown, Ph.D., yang merupakan seorang epidemiolog nutrisi sekaligus orang yang terlibat dalam penelitian ini.

“Mengontrol kolesterol darah dan trigliserida adalah langkah penting dan efektif untuk mencegah serangan jantung dan stroke,” lanjutnya.

Oleh karena itu, peneliti menyarankan untuk lebih baik minum air putih daripada minum minuman manis.