Ciri-Ciri Gejala Mastitis Yang Sering Dialami Oleh Ibu Menyusui

Mastitis adalah sebuah mimpi buruk untuk seorang ibu yang tengah menyusui. Bagaimana tidak, kondisi ini membuat ibu terkadang harus menyapih sementara buah hatinya.

Mastitis adalah sebuah kondisi dimana jaringan payudara wanita menjadi meradang dan membengkak. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran payudara.

Peradangan yang terjadi ini dapat menyebabkan rasa nyeri, panas, bengkak dan kemerahan. Beberapa wanita bahkan melaporkan mengalami demam dan mengigil akibat dari mastitis ini.

Bahkan, mastitis dapat menyebabkan rasa lemas hingga sulit untuk merawat bayi. Kadang kala, kondisi-kondisi ini membuat ibu terpaksa untuk menyapih bayi sebelum waktunya.

Ciri-Ciri Gejala Mastitis Yang Sering Dialami Oleh Ibu Menyusui

Infeksi ini sering terjadi pada satu hingga tiga bulan pertama setelah melahirkan. Walaupun begitu, kondisi peradangan ini juga daapt terjadi pada wanita yang belum pernah melahirkan dan wanita yang telah menopause.

Pada wanita yang sehat, kasus mastitis jarang terjadi berdasarkan data yang dimiliki oleh WebMd. Tetapi pada wanita yang memiliki sejarah penyakit kronis, AIDS, diabetes ataupun gangguan sistem kekebalan tubuh memiliki kerentanan yang lebih tinggi.

Kondisi ini memang tidaklah selalu menyebabkan terjadinya peradangan akan tetapi biasanay mastitis dapat memiliki gejala sebagai berikut:

  • Pembengkakan pada payudara
  • Kemerahan
  • Rasa nyeri jika payudara ditekan
  • Sensasi panas pada payudara terus menerus atau ketika menyusui
  • Gatal pada jaringan payudara
  • Benjolan atau penebalan jaringan payudara
  • Demam
  • Payudara terasa sakit

Sebagian besar kasus mastitis harus didiagnosis secara klinis. Seorang dokter akan menanyakan pertanyaan mengenai kondisi sang ibu dan kemudian melakukan pemeriksaan secara fisik.

Dokter mungkin akan bertanya kapan pertama kali melihat peradangan dan seberapa sakit pada saat peradangan terjadi. Mereka juga akan bertanya mengenai gejala lainnya, apakah sang ibu menyusui atau apakah sang ibu sedang menjalani pengobatan.

Setelah pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan dapat mengetahui apa yang sang ibu menderita mastitis. Jika seorang ibu telah mengalami infeksi yang parah atau pengobatan tidak memberikan dampak yang positif maka dokter akan meminta sampel dari ASI sang ibu.

Sampel ASI ini akan digunakan untuk mengindentifikasi bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bawah gejala yang terjadi bukanlah disebabkan oleh kanker payudara karena peradangan pada kanker payudara hampir sama dengan mastitis.

Apakah Benar Seorang Ibu Hamil Tidak Boleh Mengonsumi Minuman Dingin Atau Es?

Pada saat awal kehamilan, banyak ibu hamil yang diberi wejangan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Salah satunya adalah ibu hamil dilarang untuk mengonsumsi minuman dingin terutama yang ada es pada periode trimester awal kehamilan.

Menurut beberapa kepercayaan, minum es ketika hamil akan membuat perut sakit, bayi menjadi kaget hingga memicu asma pada si kecil. Namun, apakah semua kepercayaan tersebut benar?

Dilansir dari situs Pregnant, kepercayaan untuk melarang ibu hamil minum es ataupun minuman dingin adalah mitos. Mitos ini berkembang didalam kultur Asia karena sebagian besar masyarakat menganggap bahwa rahim seperti layaknya inkubator untuk bayi.

Dengan anggapan ini, jain dianggap harus mendapatkan asupan makanan yang hangat. Hal ini memunculkan gagasan ibu hamil yang minum es atau dingin ketika mengandung akan membuat bayi kaget.

Apakah Benar Seorang Ibu Hamil Tidak Boleh Mengonsumi Minuman Dingin Atau Es?

Padahal asupan dingin ini tidaklah direspon oleh semua indra. Apa yang masuk kedalam mulut akan diencerkan ketika berada di kerongkongan hingga ke perut.

Disisi lain, selama ini banyak penderita asma yang sensitif pada makanan dan minuman dingin. Hal ini mendorong mitos lainnya yaitu ibu hamil yang minum es akan menyebabkan bayi memiliki asma.

Padahal faktanya adalah penyebab asma lebih besar dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dr Sangeeta Pikale yang berasal dari S L Raheja Hospital India mengatakan bahwa sah sah saja jika seorang ibu yang hamil mengonsumsi minuman dingin atau es.

Terlebih ketika ibu hamil berada didalam kondisi yang sehat dan kandungan yang dimilikinya juga dalam keadaan yang prima.

“Selama sebelum mengandung tubuh ibu hamil tidak bereaksi pada minuman dingin atau es maka tidaklah ada masalah sama sekali,” jelasnya.

Akan tetapi, Pikale menjelaskan bahwa ibu hamil yang ingin mengonsumsi es atau dingin juga harus memperhatikan jenis asupan didalam minuman tersebut.

Layaknya pada kondisi tidak hamil, konsumsi asupan manis, kafein ataupun soda secara berlebihan juga dapat memberikan dampak pada janin.

“Batasan manis, kafein dan lainnya ketika hamil harus benar-benar di perhatikan. Jumlahnya tidaklah boleh lebih banyak dari ketika hamil bahkan kalau bisa dikurangi. Intinya, jangan berlebihan,” tambahnya.

Pikale juga menyarankan para ibu hamil untuk terus berkonsultasi dengan dokter yang mereka miliki megnenai kondisi dari janin ataupun sang ibu sendiri. Terutama jika ibu hamil tersebut memiliki tingkat kehamilan yang berisiko dan penyakit penyerta seperti darah tinggi, diabetes dan kondisi medis lainnya.