Ternyata Tomat Dapat Membantu Sperma Berenang Lebih Cepat

Tidak hanya untuk kesehatan dan kecantikan, tomat ternyata dapat juga meningkatkan kualitas dari sperma. hal ini berkat adanya kandungan likopen, nutrisi yang ditemukan didalam tomat ternyata memiliki manfaat unutk meningkatkan kualitas dari sperma.

Likopen, seperti halnya vitamin E dan seng telah menjadi fokus dari penelitian sebelumnya adalah antioksidan yang dapat mencegah terjadinya oksidasi didalam sel.

Likopen banyak dikaitkan dengan manfaat kesehatan termasuk juga untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.

Ternyata Tomat Dapat Membantu Sperma Berenang Lebih Cepat

Pada 2019 yang lalu, tim dari Universitas Sheffield mengatakan bahwa mereka menggunakan suplemen laktolycopene atau likopen disebabkan oleh nutrisi didalam makanan yang dapat lebih sulit untuk diserap oleh tubuh sehingga mereka yakin bahwa setiap pria yang sama setiap harinya.

Ddidalam uji coba selama 12 minggu yang sebagian besar didanai oleh perusahaan pembuat suplemen, 60 pria dipilih secara acak untuk mengonsumsi 14 miligram likopen setiap harinya.

Sperma diuji pada awal penelitian, 6 minggu penelitian dan pada saat akhir penelitian.

Hasilnya adlaah tidak ada perbedaan didalam konsentrasi sperma, proporsi sperma dan motilitas tetapi terdapat perbedaan pada kecepatan sperma berenang pada mereka yang mengonsumsi likopen.

Walaupun begitu, Dr Liz Williams seorang spesialis nutrisi yang juga memimpin penelitian ini mengatakan bahwa untuk saat ini saran bagi pria yang memiliki masalah dengan kesubuhran masihlah terbatas.

“Kami memberi tahu kepada mereka untuk mengurangi konsumsi alkohol dan mulai untuk mengonsumsi makanan sehat tetapi ini adalah pesan yang secara umum sudah kita dengar setiap hari. Ini adalah penelitian kecil dan kami perlu untuk mengulangi penelitian ini didalam skala yang lebih besar tetapi hasilnya sangat menggembirakan,” kata Liz.

Walaupun begitu, tim peneliti Universitas Sheffield mengatakan dibutuhkan penelitian yang lebih jauh dengan melibatkan pria yang memiliki masalah kesuburan. Penelitian ini diterbitkan didalam Euroepan Journal of Nutrition.