Apa Saja Yang Mendorong Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual Seperti Reynhard

Kasus Reynhard Sinaga menjadi sorotan dunia. Pria asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan S2 di Manchester, Inggris ini disebut sebagai pelaku kekerasan seksual dengan korban terbanyak di Manchester. Baik rekan dan korbannya tidak menyangka bahwa Reynhard adalah seseorang predator seks.

Salah satu korban menuturkan bahwa Reynhard terlihat sangat baik, charming dan tidak berbahaya. Terlebih Reynhard memperkenalkan diri sebagai seorang mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Inggris dan kebetulan tinggal disana.

Lalu sebenarnya apa yang membuat seseorang menjadi pelaku pelecehan seksual? Dijelaskan oleh spesialis kejiwaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Gina Anindyajayati, SpKJ bahwa seseorang akan cenderung melakukan kekerasan seksual atau menjadi pelaku adalah ketika dia memiliki keterampilan sosial yang buruk.

Apa Saja Yang Mendorong Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual Seperti Reynhard
Apa Saja Yang Mendorong Seseorang Menjadi Pelaku Kekerasan Seksual Seperti Reynhard

Pelaku pelecehan seksual biasanya tidak dapat mengembangkan relasi sosial sehingga memiliki hubungan yang buruk dengan orang dewasa lainnya.

“Perlu dibedakan antara keterampilan seseorang dan tampilannya. Mungkin saja dia itu charming tetapi dia memiliki teman tidak? Punya teman dekat tidak? Jadi perlu dibedakan antara keterampilan sosial, kapasitas mengembangkan relasi yang aman dan harmois dengan orang lain serta relasi yang stabil. Bagaimana menjadi pendidikannya,” kata dr Gina.

“Kalau hanya charming, semua orang dapat apalagi jika ada yang mereka maui,” tambahnya.

Pelaku kekerasan seksual menurut dr Gina juga kerap kali merasa tidak puas dengan hubungan apapun yang dijalani oleh mereka. Selalu merasa terhina, merasa sendiri, kerentanan dalam maskulinitas dan memiliki masalah emosional.

Punya masalah seksual seperti ejakulasi dini ataupun disfungsi ereksi juga dapat menjadi penyebab seseorang menjadi pelaku pelecehan seksual.

Namun jika bicara mengenai resiko, dr Gina meningatkan bahwa bukan berarti semua orang dengan karakteristik yang disebutkan diatas sudah pasti akan menjadi pelaku kekerasan seksual. Kembali lagi banyak hal lain yang dapat membuat seseorang menjadi pelaku pelecehan seksual.

“Resiko itu ada. Tapi kalau kesempatan tidak ada, kekerasan juga tidak akan terjadi. Itu yang harus kita lihat,” jelasnya.