Ternyata Dengan Bermain Dapat Melepaskan Stress Pada Anak

Dunia anak adalah dunia bermain. Melalui bermain, anak dapat melatih berbagai gerakan tubuh, merangsang kecerdasan hingga belajar cara bersosialisasi.

Membiarkan anak beramin ternyata memiliki banyak manfaat. Menurut psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi, bermain memiliki banyak manfaat yang bahkan tidak diperoleh ketika di sekolah.

Manfaat yang didapat anak-anak dari bermain antara lain:

  • Memperkaya wawasan mengenai mencari solusi daru suatu masalah.
  • Meningkatkan rasa percaya diri karena keberhasilan yang diperoleh ketikan bermain.
  • Meningkatkan koordinasi motorik kasarnya yakni mengkoordinasikan tangan dan kaki serta motorik halus dengan mengkoordinasikan jari-jarinya.
  • Meningkatnya kemampuan anak untuk bersosialisasi.

Selain manfaat diatas, menurut Anna, bermain juga dapat menjadi cara untuk mengatasi stres pada anak karena ketika bermain anak dapat melihat adanya hal yang positif dan menyenangkan di luar stres atau ketakutannya.

Ternyata Dengan Bermain Dapat Melepaskan Stress Pada Anak

“Ada juga penelitian yang menemukan bahwa ternyata anak bermain itu adalah strategi dari anak untuk menghadapi masalahnya,” kata Anna pada talkshow virtual yang diselenggarakan oleh Walls melalui #PaddlePopMainYuk dengan tema “Pentingnya Manfaat Bermain Untuk Tumbuh Kembang Anak”.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga mengalami stres karena banyaknya tugas sekolah yang menumpuk dan tuntutan lainnya dari orang tua atau orang dekat yang harus dipenuhi.

“Ketika dirinya terus ditekan dengan tuntutan tersebut, kita bayangkan dia seperti karet ketika ditegangkan terus-terusan,” kata Anna.

“Tetapi ketika karet itu dilonggarkan, dibikin santai, disanalah anak jadi dapat lebih efektif lagi,” jelasnya.

Dengan bermain, anak akan dapat mengatasi masalah yang mereka alami. Contohnya adalah si kecil yang kesal karena dimarahi oleh orang tuanya, ia akan memarahi bonekanya di kamar.

“Itu menjadi proses dimana dirinya dapat mengekspresikan emosinya, itu apat membuat mental anak menjadi sehat,” ungkapnya.

Hal ini disebabkan oleh jika anak-anak terus dibiarkan tegang tanpa diberikan waktu untuk merilis stres, maka pelajaran ataupun nilai yang ingin diajarkan kepada mereka kemungkinan besar tidak akan diserap oleh mereka.

Bahkan pada usia berapapun, anak harus tetap diberikan waktu untuk dapat bermain. Hal ini dilakukan supaya anak mempeorleh bekal untuk menghadapi tantangan di masa depan.

“Kita perlu bekali mereka supaya tidak hanya pintar secara akademis. Tapi juga kreativitas dan karakter positifnya,” ungkapnya.

“Dia juga harus memiliki kemampuan bersosialisasi dan ini dapat dilakukan melalui proses bermain,” lanjutnya.